Follow Us @farahzu

Showing posts with label Product Review. Show all posts
Showing posts with label Product Review. Show all posts

Friday, February 3, 2023

Review: Scarlett Skin Smoothing Retinol Serum

2:01 PM 0 Comments

 Halo! Assalamualaikum Beauties!

Sudah lama sekali saya gak skincare-an kecuali yang basic, cleansing pake face wash sekalian mandi dan hydrating toner setelahnya. Nah sekarang, setelah anaknya hampir 2 tahun, baru deh saya merasa lowong waktu dan tenaga untuk pake skincare lagi.. lama banget ya Buuuk hihihi… Sekarang ini saya coba produk berbahan aktif retinol, tak lain karena ingat umur 😊 (anti aging).

Pilihan pertama produk retinolku jatuh pada Scarlett, yang sempat booming banget saat saya sedang tidak lowong, bahkan kayaknya sempat menawari saya kerja sama tapi sayanya belum ready lahir batin pasca melahirkan hampir 2 tahun yang lalu. Nah sekarang menyusui pun sudah selesai, jadi markicus coba skincare berbahan retinol. Nama produknya Scarlett Skin Smoothing Retinol Serum.

Sekilas tentang Retinol

Saya jelaskan tentang retinol dulu ya, siapa tau ada yang belum familiar. Retinol adalah bahan aktif yang berasal dari vitamin A, yang bermanfaat meningkatkan produksi elastin dan kolagen di kulit, sehingga menciptakan efek mengencangkan dan mengurangi munculnya garis-garis halus, keriput, serta pori-pori membesar. Selain itu retinol juga bisa digunakan untuk membantu mengobati jerawat. Retinol memiliki efek pengelupasan pada kulit sehingga membantu memperbaiki tekstur dan warna kulit. Namun di sisi lain, penggunaan retinol juga memiliki efek samping seperti kemerahan dan pengelupasan kulit yang berlebihan (Sumber).

Dikarenakan retinol dapat menyebabkan efek samping tersebut, maka penggunaannya harus hati-hati terutama untuk pemula yang baru memasukkan bahan aktif dalam skincare regime mereka. Selain itu retinol juga sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dan menyusui. Kalau di serum Scarlett ini peringatannya hanya untuk ibu hamil sih.

Baca Juga: Night Skincare Routine

 

Kemasan


Produk Scarlett Skin Smoothing Retinol Serum ini datang dalam kemasan botol kaca kecil dan tutup pipet berwarna putih. Ada dusnya. Isinya 15ml. Awal dibuka kayaknya penuh banget isinya sampai luber ke leher botolnya. Tapi setelah dipakai beberapa hari (mungkin 2 minggu) eh yah masa udah habis aja T___T Pas saya lihat lagi, ya emang isinya cuma 15ml sih, cuma setengah dari isi serum kebanyakan. Rasanya tuh kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya *eh.

Klaim

Klaim produknya bisa dibaca di gambar di bawah ya. Saya mau note tentang label halalnya nih. Setau saya awalnya, Scarlett adalah produk lokal yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Tapi ketika produknya datang, saya cari-cari di kemasannya ternyata tidak ada label halalnya. Saya cek di info.halal.go.id alhamdulillah ada sertifikat halalnya. 

 
Tekstur dan Aroma

Serum ini cair seperti lotion, agak thick sedikit, terasa ringan. Warnanya putih susu, tidak lengket, dan tidak berbau. Agak kaget awalnya karena biasanya serum yang saya temukan kebanyakan bening, tapi ini putih susu dan miriiiipp sekali dengan tekstur lotion. 

Cara pemakaiannya dioleskan di wajah dan leher yang bersih. Supaya lebih optimal, gunakan toner sebelumnya agar kulit lebih siap menerima produk serum dan menyerapnya lebih baik. Dikarenakan mengandung bahan aktif retinol yang memiliki efek pengelupasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut: 

1.  Hanya gunakan produk ini di malam hari

2. Tidak untuk digunakan oleh wanita hamil. Ibu menyusui menurut beberapa sumber sebaiknya juga menghindarinya

3.       Bagi pemula, sebaiknya slow aja, pakai 2-3 kali dalam 1 minggu, lalu tingkatkan perlahan-lahan sampai nantinya bisa pakai setiap hari; kulit tidak terasa panas atau tidak kemerahan.

 

Kesan

Saya memakai serum ini langsung setiap hari, karena kulit saya sudah terbiasa dengan bahan aktif terutama yang memiliki efek pengelupasan. Di kulit saya tidak ada reaksi mencurigakan sih; no tingling sensation, rasanya biasa aja. Setelah diaplikasikan, kulit terasa lebih lembab.

Setelah habis 1 botol yang sedikit ini (huhu..), pori-pori di kulit saya kelihatan agak pudar tapi masih terlihat, belum smooth banget. Kata suami juga wajah saya terlihat sedikit lebih cerah. Tidak terlihat efek yang wow sih, mungkin karena kulitku juga sedang dalam keadaan baik-baik saja ketika mencoba produk ini.

Yang gengges buat saya adalah duh isinya dikit bangeet yaa. Jadi gak murah juga kalau isinya setengah dari serum kebanyakan (30ml). Tapi menurut saya produk ini worth to buy lah, terutama buat pemula yang kepengen coba pakai retinol. Saya tidak menyesal membeli dan memakai serum ini, hehe…

 

Harga

Saya beli serum retinol dari Scarlett ini dengan harga Rp65.000,- 

 

Alhamdulillaah, setelah sekian purnama, akhirnya terbit juga product review skincare saya. Terima kasih sudah membaca yaa.. Semoga bermanfaat.

Assalamualaikum!


Thursday, May 12, 2022

Review 4 Bahan Ring Sling (Linen, Katun Bambu, Katun, Kaos)

5:43 AM 4 Comments

 Halo Buibuk! Assalamualaikum!

Kali ini saya mau bahas salah satu jenis gendongan ergonomis (M-Shape support), yaitu ring sling. Apa itu ring sling?

Kalau menurut saya ring sling ini seperti jarik modern, karena berupa kain panjang dengan ring tanpa celah untuk menyatukan dan mengunci kainnya, sehingga lebih kencang dan aman dibanding kain jarik kalau cara pakainya masih tradisional alias diuwel-uwel di pundak. Ring sling ini menggunakan ring tanpa celah sehingga tidak akan terbuka dan membahayakan bayi ketika digendong.

Saya pribadi suka sekali menggendong dengan ring sling karena praktiiiisss sekali. Yah meskipun hanya bertumpu pada 1 bahu. Kalau saya perlu menggendong cepat, saya pakai ring sling. Tapi kalau mau menggendong lama, ya saya pakai SSC hehehe…

Banyak sekali produsen yang memproduksi ring sling ini, dengan bahan yang berbeda-beda. Review saya ini berdasarkan bahan dan contoh merek yang saya punya ya. Check it out!


    a. Ring Sling Bahan Linen (Harga: 180-190ribu)

RS berbahan linen ini paling umum dan paling banyak diproduksi. Kalau yang saya punya ini merek MyBabyPouch. Karena bahan linen, agak kasar, jadi terasa mengunci dan sangat ajeg ketika membawa berat beban bayi. Kencang, tapi menurut saya agak “nglekeb” gitu, gimana ya jelasinnya. Yah intinya bayi menempel sempurna seperti nyaris gak gerak ke badan kita. Tapi kalau anak sudah berat, ring sling bahan linen ini terasa yang paling ajeg sih untuk menggendong.


    b. Ring Sling Bahan Katun Bambu (Harga: 110ribu)

Merek yang paling umum untuk rs katun bamboo ini adalah Cuddle Me, seperti yang saya punya. Alhamdulillah dapet dikasih hihi… Bahannya lembut, gak gerah, agak tricky pakainya. Kalau belum jago, mesti latihan cara menggunakan ring sling yang benar. Pokoknya kalau gak benar cara pakainya, banyak yang ga berhasil pakai ini, merosot lah, licin, dan sebagainya. Tapi kalau sudah benar cara pakainya, ini gendongan enak banget. Bahkan sempat jadi gendongan favorit saya. Sempat? Iya, menurut saya bahan ini nyaman banget sampai waktu tertentu, yaitu ketika BB anak belum terlalu berat. Kalau sudah di atas 10kg, menurut saya mulai terasa tidak ajeg dan kurang mendekap. Meskipun klaimnya sih bisa dipakai sampai BB anak 15-20kg.



    c. Ring Sling Bahan Katun (Harga: 100ribuan)

Yang saya punya ini dari merek Petite Mimi. Ring sling pertama saya, dapat dari kado Alhamdulillah. Ring sling ini rasanya ajeg dan anak bisa mendekap sempurna ke kita. Bahannya agak tebal, aman tapi bisa jadi agak gerah dipakainya. Kekurangannya, ukuran ring Petite Mimi kekecilan untuk bahan setebal itu, jadi susah untuk “menyisir” kain dan meng-adjust ukuran kekencangan gendongannya.


    d. Ring Sling Bahan Kaos (Harga: 100ribu)

Nah ini nih, ring sling yang GaTot menurut saya. Not recommended. Saya beli yang merek Malilkids. Kesan awal sih kainnya enakeun, tapi ternyata ga bisa dipakai gendong. Entah karena kainnya ketipisan, atau licin, atau karena kombinasi bahan kain dan ringnya tidak cocok. Saya penasaran sampai mengirim gendongan ini ke teman yang Certified Baby Wearing Consultant. Menurutnya ringnya yang tidak cocok, hanya ring logam tanpa polesan apapun sehingga licin kalau dipasangkan dengan kain apapun. Awalnya enak banget pakai ini. Tapi tunggu semenit, dua menit, mulai melorot. Bukan merosot ya, tapi melorot. Jadi anak di gendongan turun pelan-pelan. Gendongan ini tidak bisa menopang dengan baik, padahal waktu itu BB anakku baru 7kg. Failed lah. 

Update: Setelah tulisan ini dibuat, Malilkids membuat ring sling bahan kaos baru yang mungkin berbeda dengan jenis sebelumnya. Tulisan ini hanya membahas ringsling kaos yang awal diproduksi oleh Malilkids. 


Baca Juga: (Sharing) Tips Mengatasi Heartburn pada Ibu Hamil 

Nah. Itu tadi review 4 bahan ring sling dari saya. Mana yang paling saya suka? Untuk BB bayi di bawah 10kg, saya lebih nyaman pakai katun bamboo, tapi setelah 10kg ke atas, linen juaranyaaaaa… harga gak bohong yee… wkwkwkwk…

Semoga manfaat ya Buibuk!



Friday, May 29, 2020

Review Exfoliating Toner Lokal: Wardah White Secret Exfoliating Lotion

5:07 PM 8 Comments

Halo! Assalamualaikum Beauties!

Sudah hampir 1 bulan ini saya merasa bosaaan sekali dengan produk-produk skincare yang biasa saya pakai. Tepat saat mereka banyak yang hampir habis, perpaduan yang cucok dengan kebosanan kan, untuk ganti dan mencoba produk baru? 😏Apalagi produk skincare yang bulky, guedde dan lamaaa habisnya, bikin worry kalau ga berhasil menghabiskannya. Malah takut jadi mubazir kan. Salah satunya adalah exfoliating toner favorit saya dari The Ordinary Glycolyc Acid. Mau repurchase, ya ampun 240ml, malah jadi ragu sendiri hihihi…

Akhirnya saya browsing dan kaget lah bahwa ternyata produk lokal ada yang punya exfoliating toner juga, sudah lama pula! Ke mana aja Faaar? Dia adalah Wardah White Secret Exfoliating Lotion. Uullalaaa… Sejak dengerin ceritanya Pak Jo Astra (VP IT PT. Paragon) saat jadi keynote speaker di salah satu workshopnya CIAS, saya baru menyadari bahwa isi pouch make up saya 80%-nya adalah produknya Paragon (Make Over, Wardah, dan Emina). Tapi untuk skincare-nya baru 1-2 produk saja. Sejak itu pula saya jadi lebih tertarik mengeksplor produk-produknya Paragon yang sudah menguasai 30% pasar kecantikan di Indonesia saat ini. Ketjeh kaan.. Nah, udah kepanjangan nih intronya, hihi.. Sekarang kita simak review jujur produk ini ya!

wardah exfoliating lotion
Wardah White Secret Exfoliating Lotion

Penjelasan Produk

Produk ini masuk dalam kategori chemical exfoliant, yang saya simpulkan sebagai exfoliating toner. Sebagaimana yang pernah saya bahas di sini, exfoliating toner ini fungsinya untuk mengikis atau mengangkat sel kulit mati dengan cara yang lembut (menggunakan acid), bukan dengan menggosok kulit seperti scrub (physical exfoliation). Dengan mengangkat sel kulit mati, kulit akan nampak lebih cerah dan bebas kusam.

exfoliating toner

Wardah Exfoliating Lotion ini mengandung AHA (Alpha Hydroxy Acid) namun dalam kadar yang tidak diinformasikan berapa persennya. AHA ini secara teori sih cocok untuk kulit kering maupun berminyak. Apalagi normal ya, hahah… Karena pH-nya asam, maka setelah menggunakannya harus diseimbangkan lagi pHnya. Pakai apa? Baca terus dengan seksama ya, hehehe… Nanti juga saya akan bandingkan dengan beberapa exfoliant yang pernah saya coba.

Kemasan

Dikarenakan produk ini termasuk dalam rangkaian White Secret-nya Wardah, jadi kemasannya juga didominasi warna putih dan abu sebagaimana produk lain dalam rangkaian yang sama. Botolnya tinggi dan ramping, dari plastik, dengan tutup ulir yang kokoh. Lubang untuk mengeluarkan cairannya menurut saya cukup, ga bakal kebanyakan ketika menuang produknya, in sya Allah.

Klaim, Komposisi, dan Cara Pakai

Di bagian belakang kemasannya, terdapat penjelasan serta klaim produk ini. Kandungan lengkapnya juga bisa dilihat di gambar di bawah ini ya. Selain itu ada keterangan produk dan cara penggunaannya juga, serta peringatan penting dalam penggunaan produk ini karena mengandung AHA. Tentu saja, ada label halalnya di sudut kanan bawah.  

AHA

Tekstur, Aroma, dan Cara Pakai

Produk ini mirip dengan golongan toner pada umumnya, yaitu encer seperti air. Warna cairannya agak butek sedikit dibanding The Ordinary maupun Pixi Glow Tonic. Tapi kalau dituang di tangan dan difoto gak terlalu kelihatan buteknya sih. Lalu, berbeda dengan The Ordinary yang hampir tidak ada aroma yang menonjol, Wardah Exfoliating Lotion ini memiliki aroma yang enaaaaak banget. Menenangkan gitu lho, aku ga tau sih itu wangi dari bahan apanya.


encheeerr

Cara pemakaiannya sama seperti exfoliant umumnya, dituang ke kapas lalu diusap ke wajah yang sudah dibersihkan, tidak perlu dibilas, eh, tak perlu digosok maksudnya. Kemudian didiamkan beberapa saat, kalau teori saya sih minimal 5 menit dan (benar ternyata), tidak perlu dibilas. Setelah itu, jangan lupa gunakan hydrating toner untuk mengembalikan keseimbangan pH kulit ya! Kudu! Jangan lupa. Karena pH tidak seimbang itu bisa menyebabkan banyak sekali masalah kulit seperti kering, terlalu berminyak, jerawatan, beruntusan, kzl, dan sebagainya.

Baca Juga: Night Skincare Routine

Penting: jangan menggunakan hydrating toner mengandung retinol dan turunannya setelah menggunakan produk ini, karena bisa terjadi over exfoliation (pengelupasan berlebih) yang berbahaya untuk kulit.

Bagi teman-teman yang sudah terbiasa dengan AHA, produk ini sangat bisa dipakai setiap malam setelah membersihkan wajah. Namun bagi yang belum, sebaiknya pakai dulu 1-2x seminggu ya, karena kulit juga perlu adaptasi. Kalau tidak menimbulkan gejala negatif, bisa ditingkatkan pelan-pelan intensitas pemakaiannya sampai nanti bisa dipakai setiap hari. Saat itu terjadi, percayalah, kulitmu in sya Allah akan sudah lebih cerah ehehehe…💖

Kesan Saat dan Setelah Pemakaian

Saya pribadi menduga kandungan AHA dalam produk Wardah White Secret ini cukup mild, lebih kecil daripada The Ordinary Glycolic Acid (7%) dan Pixi Glow Tonic (5%). Tapi yang jelas lebih banyak dibanding CosRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner (yang hanya 0,5%) hehehe... Di wajah saya yang terbiasa dengan 7% AHA dari TO, Wardah Exfoliating Lotion ini masih bekerja cukup efektif untuk mengangkat sel kulit mati, meskipun tentu saja terasa lebih ringan. Dia masih membantu mencegah kulit dari kekusaman akibat penumpukan sel kulit mati. Jelas Ini kabar baik banget sih buat kamu yang baru mau coba pakai acid tapi pengen ada hasil yang cukup cepat dan signifikan.

Kalau saya pribadi merasa, 1-2 minggu sekali masih perlu eksfoliasi tambahan sih, mungkin dengan scrub atau The Ordinary lagi, hehehe. Tapi catat ya, itu untuk kulit saya yang sudah sangat terbiasa dengan acid. Tidak semua kulit. 

Kekurangan Produk

Untuk produk ini sendiri saya belum nemu kekurangannya sih. Paling kurang menonjol aja, saya sama sekali gak tau kalau produk lokal ada yang punya exfo toner, hihihi… nyalahin orang aja lu Far >.<

Harga

Harganya 60 ribuan untuk isi 150ml. Ini worth to buy banget sih apalagi kalau dibandingin dengan exfoliating toner lain yang merek luar. Karena diaaa baguuss, cukup efektif. 

Repurchase?

Iya kayaknya 😊

Okeeee alhamdulillaah. Sekian dulu ya review exfoliating toner lokal dari Wardah White Secret ini. Semoga bermanfaat. Kalau ada yang perlu ditanyakan, bisa komen di bawah atau hubungi melalui sosial media yah. Eh japri kalau punya nomor saya juga boleh. My Pleasure!

Assalamualaikum!


Tuesday, March 17, 2020

Night Skincare Routine

5:24 PM 4 Comments
Assalamualaikum!
Daripada mantengin berita tentang corona terus yang bikin tambah khawatir, baca artikel tentang beauty yuk biar santuy. Hehehe…

Kali ini saya mau sharing tentang night skincare routine saya, produk-produk perawatan apa saja yang rutin saya tempelin ke muka ketika malam hari atau sebelum tidur. Apakah semua produk yang ada di foto di bawah ini saya pakai semua? Wow, emang beneran rajin deh lo Far, hihihi…
cetaphil gentle skin
Sayangnya tidak tuh. Fyi, malam hari saya bervariasi, kadang memang sedang di rumah dan sedang ingin, kadang di rumah dan sedang tidak ingin, atau malah baru pulang malam dan sudah ngantuk sekali. Nah, di sini akan dijabarkan produk apa yang dipakai dan pada saat seperti apa. Baca sampai selesai ya.

Oh ya, tidak semua produk yang terpajang di sini dari fungsi yang berbeda. Ada yang fungsinya sama (cuman 2 sih), jadi saya memakainya juga bergantian.
Produknya apa saja? Sebagian sudah saya pernah bahas di blog ini, nanti saya cantumkan linknya ya biar bisa dibaca juga.

a.   Cleanser
1. Nivea MicellAIR Skin Breathe Micellar Water: Hydration
First cleanser ini puenting sekali ya Guys. Fungsinya untuk mengangkat kotoran dan debu yang menempel di wajah setelah beraktivitas seharian, baik di luar maupun di dalam rumah. Sebenarnya tidak harus micellar water jenis ini sih, tapi so far yang paling saya suka ya si Nivea ini. Buat yang mau baca reviewnya, klik di sini ya!

2. Cetaphil Gentle Skin Cleanser
Kalau yang ini biasanya saya pakai sambil mandi, atau wudhu dan sikat gigi kalau mau tidur. Sering juga cetaphil ini saya pakai sebagai first cleanser, baru disempurnakan dengan micellar water setelahnya. Selama ini sih gak ada masalah dengan urutan begini. Yang penting bersihin mukanya 2x ye kan.. Ulasan produk ini di sini ya.

b.   Toner
1. The Ordinary Glycolic Acid
Hampir setiap malam saya menggunakan exfoliating toner ini, kecuali kalau lagi bosan. Fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati, mempercepat penyembuhan jerawat, merangsang kolagen dan mendorong pertumbuhan sel kulit yang baru, dan tentunya kulit tetap cerah. Toner ini juga sudah saya review, ada di sini.

2. Hatomugi Skin Conditioner
Ini produk yang paling biasa aja kalau di kulit saya, tapi yang paling selalu saya pakai. Maksudnya biasa, efeknya yang saya rasakan sudah tidak wow lagi terhadap kulit. Namun, pernah saya absen cukup lama gak pakai ini, baru deh kerasa bahwa kulitku membutuhkannya, hahaha! Hatomugi ini sebagai hydrating toner ya, terutama untuk menyeimbangkan kembali pH kulit setelah aplikasi exfoliant atau pembersih wajah sebelumnya. Klik di sini untuk baca reviewnya.

3. Hada Labo Ultimate Anti-Aging Lotion
Sebagaimana yang pernah saya jelaskan di sini kalau produk Jepang menggunakan kata lotion untuk produk sejenis tonernya, jadi ini sebenarnya masuk dalam klasifikasi hydrating toner, sama dengan Hatomugi. Yang terpenting, dia mengandung Retinol, yaitu derivat vitamin A yang bisa menghambat tanda penuaan, merangsang regenerasi sel kulit dan pembentukan kolagen (sumber).
Agak mirip memang dengan AHA yang ada di exfoliating toner. Jadi, saya pakai toner ini biasanya untuk meringkas step skincare di malam hari. Hanya menggunakan produk ini setelah cleanser, terus selesai. Praktisss.. Oh iya, caranya bukan dioles ke wajah ya, melainkan dituang ke telapak tangan, lalu gosok sebentar dengan tangan satunya, lalu tepuk-tepuk di wajah. Salah cara, gak berfungsi soalnya. Oh iya, di usia 30an awal ini saya mulai pakai produk anti-aging btw, hehehe.

c.   Serum
Nacific Fresh Herb Origin Serum
fresh herb serum

serum korea
Waktu baru beli, saya semangat sekali memakai serum ini. Wanginya citrus segar, agak lengket di kulit. Harus dikocok dulu karena terdiri dari 2 jenis cairan yang berbeda. Setelah pakai serum ini, biasanya besoknya kulit terlihat lebih sehat dan glowing. Tapi lama-lama saya bosan, memang bosan dengan skincare routine secara umum, terutama waktu saya benar-benar jaga makan sehingga kulit lagi sehat-sehatnya. Berhubung ini bukan step dasar dalam perawatan, jadi sering saya skip deh. Tapi akhir-akhir ini dia sedang sering saya lirik, karena takut kadaluarsa dan mubazir, hehe…

d.   Moisturizer
SNP Pomegranate Soothing Gel 92%
Ini mirip seperti aloe vera soothing gel yang sebelumnya marak di seluruh belahan bumi ini, sampai semua produsen skincare ikut bikin *wkwkwk lebay. Bedanya, produk ini bahan dasarnya dari buah delima (pomegranate), bukan aloe vera. Tapi tetap ada kandungan aloe vera dan beberapa herba lainnya.
soothing gel pomegranate
SNP ini brand dari Korea, tapi tersedia di Guardian dengan beberapa variannya yang lain. SNP Pomegranate Soothing Gel 92% ini diklaim bisa melembabkan, membuat kulit bersinar sehat dan meningkatkan vitalitas kulit. Sebagaimana yang tertera di kemasannya: Moist Radiance & Skin Vitality.
Teksturnya bening seperti gel aloe vera umumnya, namun terasa lebih creamy, dan ada wanginya yang menenangkan. Ketika dikenakan ke kulit, rasanya adem kayak biasa, terus besoknya memang kulit terasa lebih lembuuuutt…  Owiya, harganya 99ribu dan isinya 300gr.

Okei, jadi di atas tadi adalah penjabaran produk-produk yang saya pakai di malam hari ya. Seperti penjelasan di awal, saya tidak menggunakan semuanya setiap malam. Perpaduannya seperti ini. 
1. 
night skincare
Cleanser (micellar water Nivea dan Cetaphil) - Exfoliating Toner (The Ordinary) - Hydrating Toner (Hatomugi) - Serum (Fresh Herb)
Perpaduan seperti ini cukup ideal buat saya. Dipakai ketika sedang ingin, sedang punya waktu. Which is, jarang. Hehehe... 
2. 
the ordinary glycolic
Cleanser (micellar water Nivea dan Cetaphil) - Exfoliating Toner (The Ordinary) - Hydrating Toner (Hatomugi) - Pelembab (Soothing Gel)
Perpaduan seperti ini juga cukup ideal buat saya. Dipakai ketika sedang ingin, sedang punya waktu. Which is, jarang juga. Hehehe... 
Kenapa gak digabung antara serum dan moisturizer? Pada prinsipnya sih boleh saja, tapi saya merasa kulit saya sudah cukup lembab hanya dengan salah satunya. Kalau ditambah takutnya over dan malah jerawatan. Gitcuw. 
3. 
hatomugi
 Cleanser (micellar water Nivea dan Cetaphil) - Exfoliating Toner (The Ordinary) - Hydrating Toner (Hatomugi)
Perpaduan seperti inilah yang paling sering saya pakai. Paaaaling sering, paling biasa. Dilakukan ketika sedang biasa-biasa saja, punya waktu cukup, serta tenaga dan minat yang cukup, mendekati habis sih, hihihi...  
4. 
gokujyun
Cleanser (micellar water Nivea dan Cetaphil) - Exfoliating Toner (The Ordinary) - Hydrating Toner (Hada Labo)
Naaah kalau perpaduan yang ini, yang paling ringkas di sisa energi malam hari saya. Dipakai kalau pulang kerja masih punya tenaga (dan minat). 
Kalau engga ada sisa sama sekali gimana Far?
5.
Langsung blek bobok. Biasanya terbangun tengah malam, baru deh bersih-bersih, ganti baju. Hehehe... Maapin, jangan dicontoh yang ini ya 😁

Nah, demikianlah night skincare routine yang tidak routine saya ini, hehehe.. 
Pesannya adalah, merawat wajah itu biasa aja lah, gak usah kaku dengan yang dihimbau oleh para influencer, harus pakai ini dan itu. Sesuaikan dengan kebutuhan kulit dan ketersediaan sumber daya yang ada, seperti tenaga, waktu, uang, dan, minat. 
Yang penting dibersihkan dan dijaga pH-nya. Ingat gimana cara paling simpel? Baca ini lah: Basic Skincare untuk Pemula . 😍

Terima kasih sudah membaca sampai habis ya! Semoga tetap sehat dan bahagia, dalam lindungan dan berkah Allah semuanya. Aamiinn.. 


Monday, March 2, 2020

Review: Victoria Hijab Fragrance Body Lotion (Naura)

9:06 PM 0 Comments

Assalamualaikum! 
Seperti kata Ibu Dea, istirahat itu gak selalu diam di rumah atau tidur, Gais. Pergi ke suatu tempat juga bisa menjadi sebuah istirahat. Saya sendiri merasakan istirahat yang sangat memuaskan ketika menghabiskan beberapa waktu di swalayan. Hahah, dasar wanita. Apalagi ketika mencermati barang warna-warni di rak, uhuy, bahagianyaaa... 🤣🤣🤣

Demikian pula produk yang akan saya review kali ini, saya temukan di sebuah rak swalayan ketika saya sedang istirahat. Namanya Victoria Hijab Fragrance Body Lotion. Biasanya, saya sangat selektif dengan body lotion (kalau orang dulu bilangnya henbodi), karena tidak banyak BL yang bisa masuk standar saya (shombhong! Istighfar!). Maksudnya, ada banyak body lotion yang menurut saya kurang lembab, atau hilang rasa lembabnya hanya selang 1-2 menit setelah pemakaian. Hilang, tak berbekas. Tapi kali itu saya iseng aja gitu coba-coba yang belum pernah dicoba, terutama karena produk ini menyediakan tester hehehe. 


Penjelasan Produk dan Klaim
Lotion pelembab untuk tangan, kaki, dan tubuh. Menggunakan kata ‘Hijab’ karena diklaim produk ini cepat menyerap dan tidak lengket, cocok untuk wanita yang berhijab. Gitcu.. Penasaran juga akutu awalnya, hingga browsing dulu kenapa ada kata Hijab-nya. Tapi kalau menurut saya sih karena ada alasan marketing juga deh. Body lotion yang bagus memang seharusnya tidak lengket dan cepat menyerap (namun tetap lembab) kan? Hihihi... 

Victoria Hijab Fragrance Body Lotion ini merupakan produk lokal, dari Semarang. Dia terdiri dari 4 varian yang fungsi, wangi, dan warna stiker kemasannya berbeda. Memilih berdasarkan fungsi (healthy and smooth) dan wanginya, saya membeli Naura (pink).

Kemasan: 
Victoria Hijab Fragrance Body Lotion ini dikemas dalam botol pump plastik putih yang terasa tebal dan kokoh. Pada awalnya ada penahan pump agar tidak tertekan tanpa sengaja. Pumpnya juga bisa diputar/geser supaya terkunci. Mengesankan firm sih kemasannya ini, tidak ringkih, dan tidak murah (kesannya). 



Klaim dan Komposisi


Tekstur & Aroma
Victoria Hijab Fragrance Body Lotion ini teksturnya seperti mayones tapi lebih kering, atau seperti whipped cream tapi lebih padat. Perpaduan itu lah hehehe. Warnanya putih, benar-benar putih. 
Seperti namanya yang fragrance, body lotion ini wangiiii... aroma bunga-bungaan, kalau menurut saya sih wanginya enak ya. 

Kesan Setelah Pemakaian
Body lotion ini lumayan mendapat tempat di hati saya, karena setelah dipakai, kelembabannya lumayan bertahan terasa di kulit. Rasanya juga tidak lengket. Setelah dipakai ada white cast-nya sih. Tapi dalam hitungan detik dia akan hilang dan menyerap. Jadi klaim cepat menyerapnya terbukti ya. 

Harga
Naaaini.. yang paling menarik dari produk ini adalah harganya sangat affordable, murah sekali untuk kualitas yang lumayan. Harganya sekitar Rp23.000 untuk isi 145ml. Tapi waktu saya beli itu sedang diskon jadi hanya 16-18ribu saja (maaf lupa tepatnya). Parah yaaa... murah. Kualitas lumayan bagus. Produk lokal. Mantaaab! 

Okeee, sekian dulu review produk kali ini ya.. Semoga bermanfaat. Minimal bisa menambah khazanah per-body-lotion-an teman-teman biar makin sehat kulitnya dan makin hepi dengan harumnya 🥰😀

#30dwc #30dwcjilid22 #day15

Review Best First Cleanser (So Far); Nivea Hydration MicellAIR Skin Breathe Micellar Water

3:33 PM 0 Comments
Sepertinya kalau lagi pengen cuci mata di drugstore atau toko kosmetik, terus bingung tak ada yang menarik untuk dibeli, membeli micellar water/make up remover/first cleanser (pembersih wajah) sebelum pulang, tidak pernah salah ya. Hehehe... Karena bagaimana pun, stok 𝘧𝘪𝘳𝘴𝘵 𝘤𝘭𝘦𝘢𝘯𝘴𝘦𝘳 tidak akan mubazir, pasti terpakai meskipun sedang malas. Terutama menyetok cleanser yang sedang diskon 😅 salah satu hal yang “bijak” sih kalau menurut saya. Aduh retjeh banget sih kebijaksanaan gue 🤣🙈⠀

Begitupun dengan Nivea MicellAIR ini. Pertama kalinya saya berkenalan dengan merek ini adalah ketika diskon tambah Rp1.000 dapat 2 di *uardian, varian yang Pearl White (fuschia). Eh ternyata nyaman lho dipakainya. Setelah habis saya pakai merek lain lagi, lalu membeli Nivea lagi, dan menemukan bahwa micellar water Nivea ini paling enak dipakainya.

Sampai suatu hari, micellar water Nivea sejenis dengan varian yang lain (Hydration) diskon pas saya lagi main ke *lfamart. Saya coba deh. Berikut ulasannya. ⠀



Kemasan
Datang dengan botol plastik biru transparan, tutup putih dengan bagian atas berwarna biru. Kalau yang Pearl White, warna tutup botolnya putih dan fuschia. Untuk ukuran 200ml, tutupnya flip jadi praktis, namun cukup kencang. Ukuran yang 100ml tutupnya diputar biasa tanpa fliptop. ⠀

Klaim dan Komposisi⠀
Tekstur
Nivea MicellAIR ini bening seperti air, tidak berbau. Keenceran/kekentalannya sama persis kayak air biasa. ⠀

Kesan Setelah Pemakaian
Menurut saya varian yang Hydration lebih enak dipakai daripada yang Pearl White. Rasanya benar-benar seperti membersihkan kulit dengan kapas yang dibasahi air. Tidak ada rasa 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 yang mengganggu setelah pemakaian. Daya bersihnya standar sih, saya belum coba kalau untuk make up 𝘸𝘢𝘵𝘦𝘳𝘱𝘳𝘰𝘰𝘧 ya. Terasa lembab seperti klaimnya? Iya! 🙂👍⠀

Harga
Ukuran 200ml Nivea MicellAIR ini harganya 50ribuan. 𝘈𝘧𝘧𝘰𝘳𝘥𝘢𝘣𝘭𝘦 ya... ⠀

Sekian review Nivea MicellAIR Hydration Micellar Water dari saya. Semoga membantu untuk yang sedang mencari pembersih yang nyaman namun efektif ya. Assalamualaikum! ⠀

Baca Juga:  𝗕𝗮𝘀𝗶𝗰 𝗦𝗸𝗶𝗻𝗰𝗮𝗿𝗲 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗹𝗮
#30dwc #30dwcjilid22 #day14⠀

Friday, February 28, 2020

Food Photo&Review: Martabak Orins

10:03 PM 0 Comments
H+1 banjir, alhamdulillah saya mendapat kiriman makanan yang enak banget, berasa mevvah dan di saat yang paling membahagiakan: sore, sedang dingin setelah 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘪𝘳 berjam-jam, dan lelah setelah seharian beberes rumah dan perabot bekas banjir. Martabak telur. Panas. Enak. Banyak. Enak (lagi) banget. Maa sya Allaah. ⠀
Martabak telur
Martabak Telur Orins. Sekotak lengkap, cukup besar. Besar banget sih. Waktu datang, isinya masih hangat cenderung panas yang pas banget suhunya untuk dimakan. Tebalnya kira-kira 2 kali martabak telur abang-abang, juga besarnya secara keseluruhan.

Ketika digigit, campuran telur, bumbu, daun bawang yang tidak berlebihan, terasa sangat enak. Ditambah dengan potongan daging sapi yang juga gak kebanyakan, berasa tapi. Enak lah pokoknya. Saya yang lagi diet langsung lupa seketika. Eh, baru inget, emang udah gak diet ding 🙊 ya maap namanya juga lupa.


Setelah habis 3 potong yang cukup besar dan merasa kenyang, saya baru teringat belum bikin tulisan untuk kemarin dan hari ini. Oh ya, foto martabak ini bagus kayaknya. Sekalian review. Hihi... ⠀

Saya jadi teringat ceramah seorang ustadz, bahwa pahala, atau nilai sebuah ibadah itu tergantung seberapa keras usaha/kadar lelah seorang hamba untuk melakukannya. ⠀
“Pahalanya tergantung pada usaha yang dikorbankan,” (HR. Muslim). ⠀
Semakin susah, semakin besar usaha yang dikeluarkan untuk melakukannya, semakin besar pula pahala yang akan didapatkan. Maka, tentu saja sedekah yang terbaik, besar nilainya, tentu beda dengan sedekah yang sekadarnya.⠀

Jazakumullah khayran katsir, dear Tetangga Baik Hati 😊⠀

Baca Juga: Hak Guna Pakai Rezeki
#30dwc #30dwcjilid22 #day11

Thursday, February 6, 2020

Review: Wardah Instaperfect Hypergetic Precise Black Liner

6:54 PM 2 Comments
Assalamualaikum Guys! Udah lama nih saya gak review produk, hehe, maaf ya. Produk yang mau saya review kali ini adalah eyeliner dari brand sejuta umat: yes, Wardah Beauty. Tepatnya, Wardah Instaperfect Hypergetic Precise Black Liner.
wardah instaperfect eyeliner
Buat pemakai kacamata tak lepas-lepas kayak saya, mata yang mengecil sudah menjadi keniscayaan. Apalagi saya pakai kacamata udah lama banget, sejak kelas 4 SD. Biasa aja sih, tapi suka kelihatan kuyu kayak orang sakit, padahal lagi sehat dan udah dimelotot-melototin matanya hahaha. Kan sedih, kasihan gitu. Ternyata, pakai segaris eyeliner cukup membantu membuat mata saya terlihat lebih melek dan siap menghadapi tantangan hidup (eh?).

Sayangnya, saya kesulitan menemukan eyeliner yang smudgeproof (tidak mudah belepotan kalau kena air) namun wudhu-friendly. Kebanyakan smudgeproof eyeliner itu waterproof juga, which is menghalangi jatuhnya air pada kulit, sangat tidak dianjurkan untuk dipakai berwudhu. Setelah pencarian cukup lama, akhirnya ketemu lah saya dengan Wardah Instaperfect Eyeliner ini.
wardah instaperfect precise liner
Eyeliner ini dari seri Instaperfect-nya Wardah, jadi warnanya juga senada dengan produk-produk lain dari seri ini, semacam nude pink gitu, kesukaan saya banget lah. Orang-orang bilang eyeliner jenis ini namanya pen eyeliner, tapi buat saya ini eyeliner spidol. Eyeliner bentuk spidol ini favorit banyak orang termasuk saya, karena praktis dan mudah sekali digunakan, cocok banget buat pemula. Waktu awal beli ada dusnya, tapi maaf sudah saya buang sebelum difoto >.< Kalau sedang tidak dipakai, harus dipastikan tutupnya menutup sempurna ya. Karena ada yang bilang produk ini gampang keringnya.
instaperfect hypergetic
maybelline eyeliner
Kuasnya cukup runcing sehingga pas lah kalau di namanya ada kata ‘precise’, memudahkan untuk bikin eyeliner yang segaris doang buat saya. Tapi meskipun runcing, kuas ini tidak keras dan tidak kepanjangan yang bikin letoy. Sangat ergonomis.

Tinta yang dihasilkan Wardah Instaperfect Hypergetic Precise Black Liner ini hitam pekat, tapi yang biasa aja, ga bikin lebay kalau dipakai. Saya bandingkan dengan eyeliner lain yang saya punya ya, Maybelline Hypersharp (waterproof). Masih lebih pekat Maybelline sih. 
wardah vs maybelline eyeliner
Performa Wardah Instaperfect Hypergetic Precise Black Liner ini cukup memuaskan buat saya. Tidak luntur terkena air dan cukup tahan lama. Kalau saya pakai jam 6 pagi dan mau saya hapus jam 9 malam, dia masih on dengan rapihnya. Padahal udah dibasuh berkali-kali wudhu ma sya Allah. Dan karena Wardah menjamin semua produknya halal dan wudhu friendly, saya tenang pakainya. Terobosan banget sih kamu Dah… (wardah tante..)

Di mata saya yang kulitnya normal (tidak oily), eyeliner Wardah Instaperfect ini lebih tahan daripada Maybelline. Si Maybelline ini meskipun mengklaim dirinya waterproof, di saya tetap luntur meskipun ga belepotan. Tapi setiap mau bersihin wajah malam harinya, dia pasti sudah hilang.
Good job Wardah! Proud of you. Produk lokal cuy. Mama bangga. Hiks..

Okedeh, sekian review Wardah Instaperfect Hypergetic Precise Black Liner ini. Semoga membantu ya. Ingat, cari make up harus yang wudhu-friendly ya! Kecuali yang hanya dipakai pada saat sedang tidak shalat. Assalamualaikum!

Baca Juga: Review: Wardah Exclusive Flawless Cover Cushion